Karya-BMI.com -- Polisi Hong Kong berhasil menangkap pengendara Mercedes-Benz setelah melalui aksi kejar-kejaran yang alot sejauh 14 km pada hari Selasa pukul 4:45 sore (19/6). Seorang laki-laki pekerja konstruksi bangunan (28) dan teman wanitanya (18) diseret paksa keluar dari mobil dan ditangkap.
Seperti dilansir dari South China Morning Post, petugas berusaha menghentikan pengemudi Mercedes-Benz yang kedapatan sedang menggunakan telepon genggamnya ketika melintasi jalur cepat di Tsing Kwai pada pukul 4 sore. Namun lelaki yang di ketahui bermarga Ho itu malah melesat dengan mempercepat laju kendaraanya, dan mengakibatkan kejar-kejaran dengan Polisi Lalu Lintas.
Sekitar 12 mobil polisi dan sepeda motor turut dikerahkan dalam upaya penangkapan itu. Hingga pengejaran memasuki daerah Center Street Sha Tin, tepatnya di dekat Sha Tin Plaza. Namun pengemudi tidak cooperatif tetap berusaha melarikan diri dan kemudian ia terpaksa harus memperlambat laju kendaraanya karena padatnya lalu lintas di wilayah tersebut. Dia masih berusaha untuk menerjang di sela-sela lalu lalang kendaraan, dan menyenggol tiga mobil lain sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh polisi, Appledaily melaporkan.
Petugas segera mengepung mobil tersebut, dan meminta mereka untuk keluar, akan tetapi pengemudi itu terkesan enggan berkoordinasi hingga polisi terpaksa harus menyeretnya keluar dan merobohkannya ke tanah.
Polisi menemukan alat penghisap methamphetamine (sejenis obat-obatan terlarang) di dalam mobil. Mereka juga telah mengkonfirmasi bahwa mobil dengan plat nomor palsu itu dilaporkan hilang pada tahun lalu.
Salah seorang pengemudi yang mobilnya tertabrak oleh Mercedes-Benz mengatakan, bahwa peristiwa itu telah mengakibatkan ketakutan terhadap istri dan anak perempuannya yang berusia 11 tahun. Dia juga khawatir tentang kompensasi atas kerusakan mobil yang dialaminya, setelah mengetahui bahwa mobil yang menabraknya itu adalah mobil curian.
"Benar-benar seperti syuting film. Mereka terus berkejar-kejaran diantara mobil-mobil yang memadati jalanan. Saya dan istri saya sangat ketakutan." tandasnya. (red/KBMI)